Oleh: pkkjogja | 16 Juli 2009

Kunjungan Ke Minomartani

Siapa yang tidak  senang apabila mempunyai  halaman sekitar  rumah yang hijau  dan asri…? Siapa yang tidak  senang  apabila sampah-sampah yang biasanya kita  buang  di tempat pembuangan sampah, ternyata masih bisa  diolah menjadi barang yang layak jual, berguna dan memiliki nilai ekonomis. Siapa  yang  tidak  nyaman apabila tinggal  di lingkungan  yang bersih dan sehat…?

Hmmm…. Semua orang, baik di perkotaan  maupun di pedesaan  pasti  menginginkan  hal tersebut di atas… Dan, masih dalam rangka  kegiatan Ibu-Ibu TP PKK Kota Yogyakarta  yang  selalu aktif  dalam menambah pengetahuan… pada tanggal 30 Juni 2009  yang lalu  telah  melakukan  kegiatan  Kunjungan  ke Kampung  Minomartani, RT 16 RW 04  Ngaglik, Sleman.

MMyKegiatan  ini  bertujuan  untuk  menambah  wawasan dan juga menambah  semangat  ibu-ibu TP PKK dalam mewujudkan program  Rintisan Kampung Hijau, Sehat, dan Ramah Lingkungan yang menjadi Program Unggulan Pokja III  TP PKK  Kota Yogyakarta, dalam bidang kesehatan lingkungan.

Berikut… kegiatannya….,,

Di pimpin oleh Ibu Ketua TP PKK Kota Yogyakarta, Ibu Hj. Dyah Suminar rombongan  berangkat  dari kantor  sekretariat TP PKK  pada Pukul 08.00 WIB. ( Waaahh…..apa ga kepagian yaa… bertamu jam segini..? :roll: )  Kemudian dengan menggunakan  kendaraan yang telah di sediakan,  Rombongan berangkat ke tempat tujuan….

Sampai  di Kampung Minomartani RW 04, rombongan di sambut oleh Ketua TP PKK setempat, Bapak RW, beserta  pengurus dan tokoh masyarakat setempat.  Kemudian rombongan menuju  ke Balai Pertemuan RT setempat yang terletak di  timur  ujung komplek rumah penduduk.

CBalaiKemudian Ibu-Ibu PKK Kota mendengarkan  penjelasan dari Bapak Ketua RW tentang Pengolahan Sampah Mandiri…  Wah…wah…. di sini, kami sempat ngantuuuk saat mendengarkan Pak RW  memberikan materi tentang pengolahan sampah…. he.. he…:roll: Maklum, suasananya sangat  sejuk  dan  nyaman… Setelah  itu kemudian Rombongan  berkeliling di sekitar  perkampungan dan rumah penduduk  untuk melihat-lihat  kelebihan dan suasana Kampung Minomartani RW 04 .

Ada Apa di Kampung Minomartani RW 04?

Pilah sampahPerlu diketahui, di Kampung  Minomartani  hampir 80% penduduknya  telah melakukan pemilahan sampah  dan juga melakukan Pengolahan Sampah Mandiri.  Hal itu bertujuan  agar  sampah  rumah tangga, yang di hasilkan tiap-tiap penduduk  dapat  di olah lagi dan  bisa di manfaatkan kembali… Misalnya, menjadi pupuk organik  yang bisa  di manfaatkan  untuk meningkatkan penghijauan. Untuk membuat pupuk organik, sampah  yang bisa di manfaatkan adalah  sampah dapur… (sisa  makanan dan sayuran  yang kita konsumsi), dan juga   yang berasal  dari sampah tanaman di sekitar rumah. Pengolahan sampah  di lakukan dengan menggunakan metode Takakura, untuk mengasilkan  kompos.

Sedangkan  untuk  sampah plastik  dan kertas,  yang berasal  dari produk makanan  yang di konsumsi sehari-hari, penduduk kampung  Minomartani  juga berusaha mengolah  secara  kreatif  menjadi  barang  yang bisa  di gunakan kembali.  Misalnya: bungkus kopi, sabun mandi, minyak goreng, dll  dapat di ubah  menjadi produk  tas, dompet, tempat tissu..dll. Wah…wah… benar-benar  cerdas dan kreatif yaa…..:roll:

TamanyDi setiap  rumah  warga  juga  terdapat  tanaman yang dimaksudkan sebagai upaya penghijauan. Dapat di lihat… di setiap sudut rumah, depan, samping, belakang… selalu di penuhi dengan  berbagai macam tanaman hias  maupun buah. Tidak hanya  dalam pot saja, karena  keterbatasan tempat untuk menanam… penduduk selalu punya  ide kreatif  untuk mengatasinya, antara lain dengan memakai pagar  dan kayu yang di susun sebagai tempat menanam. Pokoknya… Penghijauan di mana-mana.

Keunggulan  lain kampung Minomartani  adalah  IPAL KOMUNAL  (Instalansi Pembuangan Air Limbah) yang  di buat  untuk  beberapa kelompok  Rumah Tangga. Hal itu  bertujuan sebagai upaya meningkatkan  kebersihan dan kesehatan lingkungan  di sekitar rumah.. Alasan lain  pembuatan Ipal Komunal adalah karena jarak  rumah antar  warga yang sangat berdekatan, dan tidak memungkinkan untuk membuat septik tank di setiap rumah ( standar jarak pembuatan septik tank dengan rumah = 7 meter) maka  langkah efisiensi  yang ditempuh adalah dengan pembuatan IPAL KOMUNAL.  Beberapa  penduduk  juga  sudah membuat Lubang Resapan  Biopori untuk mengatasi  masalah air dalam tanah.

Pojok rokok copyKalau  lingkungan  sudah bersih dan sehat… Lalu bagaimana dengan udara?? Di Kampung Minomartani, warga  juga mengupayakan untuk dapat menjaga kebersihan dan kesehatan udara  dengan membuat kesepakatan antar warga yakni… himbauan  untuk  tidak merokok  di dalam dan sekitar  rumah.  Dan langkah  cerdas  dari himbauan  tersebut, adalah disediakanya  “POJOK  ROKOK ”  bagi  warga  yang akan melakukan aktifitas merokok. Pojok  rokok  adalah tempat khusus  bagi  warga  yang  ingin merokok sepuas-puasnya,  yang terletak di ujung  perkampungan warga….

Nah…. setelah  rombongan  puas  berkeliling dan melihat suasana di kampung Minomartani, selanjutnya  Ibu-ibu PKK  melihat  produk hasil daur ulang sampah. Beberapa  ibu-ibu membeli tas, dompet, dan  pernik-pernik lainnya  hasil kreatifitas  warga setempat. Satu lagi, unggulan  kampung Minomartani  adalah  bakpia  mino  yang di produksi oleh ibu-ibu setempat  untuk menambah penghasilan sehari-hari. Bakpia  di buat dengan berbagai variasi rasa dan bentuk.  Hasilnya,…. rombongan yang sedang berkunjung  langsung  memborong habis semua  produk tersebut untuk oleh-oleh, karena  disamping rasanya memang enak. Wah.. Kalau  urusan oleh-oleh, Ibu-Ibu ini memang jagonya ya…he..he..:roll:

Pukul 12.00 siang…. acara demi acara  telah terlewati. Banyak ilmu  dan pengalaman  yang bisa  di peroleh  di kampung  Minomartani RW 04… terutama tentang upaya  pelestarian lingkungan, dan juga upaya  meningkatkan kesehatan lingkungan. Rombongan  kemudian  mohon pamit kepada  tuan rumah, karena masih banyak aktivitas yang harus di laksanakan. Kemudian  di pimpin oleh Ibu Dyah Suminar… rombongan kembali ke Sekretariat PKK Kota.

Wah…. Kalau  di kampung Minomartani saja bisa  menerapkan perilaku  hidup bersih dan sehat  untuk kelestarian lingkungan, kenapa kita tidak segera  mulai mencontohnya untuk  diri kita, di rumah kita masing-masing… Dengan  harapan,   kita dapat memberikan hasil nyata  untuk kelestarian lingkungan sekitar… agar  kelak, kita dapat mewariskan  kepada anak cucu kita  lingkungan alam yang baik, yang membawa kesejahteraan… bukan kerusakan..

Lalu…  apakah ini hanya menjadi tugas Ibu-Ibu TP PKK Kota Yogyakarta  saja?? TIDAK….. ini  adalah tugas kita semua, untuk mewujudkan kota Yogyakarta tercinta ini  selalu bersih, sehat, dan Lestari.. di mana saja, kapan saja :roll: .



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: