Oleh: pkkjogja | 30 April 2009

PKK dan Perjuangan Perempuan Era 2009

PKK dan perjuangan perempuan era 2009

Perjuangan perempuan yang di jabarkan dalam era sekarang sangatlah rakartiniberbeda dengan era Ibu RA Kartini yang berjuang agar hak-hak perempuan dihargai, karena keterbatasan aturan lokal pada saat itu menjerat perempuan yang hanya bisa berkiprah di dalam rumah.

Ada satu nilai yang terus bergulir hingga sekarang pada perjuangan pahlawan perempuan kita yaitu menjadikan perempuan menjadi cerdas dan mandiri secara pola pikir. Walaupun dahulu untuk menjadi lebih cerdas dan berbobot ilmu, RA Kartini berjuang agar perempuan dapat sekolah, beliau juga berjuang dengan cara korespodensi sampai ke luar negri.

Asa PEREMPUAN MENJADI CERDAS DAN MANDIRI ini lah yang terussekretaris di gulirkan dalam versi masa kini, dimana saat ini sudah banyak perempuan cerdas dan mandiri, namun secara prosentase dari jumlah perempuan yang ada masih rendah.

Pada kota- kota besar sudah banyak perempuan yang bisa mempunyai peran dan pekerjaan di berbagai bidang. Namun kecerdasan dalam kehidupan kadang masih lemah. Karena kemajuan dalam karir, terkadang  membutuhkan ‘korban’ yang lain. Entah itu perkembangan putra-putrinya, atau keharmonisan keluarganya. Pengertian ‘keluarga’ di kota besar berarti adalah sebuah keluarga dengan pola interaksi yang modern.

klgJika keduanya (karir dan keluarga) dapat tercapai dengan baik, maka  keharmonisan keluarga akan aman-aman saja. Sebab kelemahan pada diri perempuan selama ini adalah tingkat kepedulian sosial yang masih rendah.

Hal ini tercermin dari wanita2 yang karirnya baik dan maju,  tapi masih memiliki ego yang tinggi. Atau dijabarkan dengan kepedulian sosial terhadap kaum rentan (baca : perempuan yang tidak beruntung, anak-anak, lansia terlantar) serta kepedulian terhadap lingkungan yang masih rendah. Hal tersebut tidak bisa disalahkan, karena hal itu merupakan efek dari modernisasi, yang  salah satunya tercermin dalam sifat  individualisme yang kuat.

petaniDisisi lain kita melihat kehidupan yang sangat berbeda/bertolak belakang di kota kecil dan daerah pedesaan (karena sebenarnya prosentase wilayah  di Indonesia masih lebih banyak daerah pedesaan atau kabupaten dan kota kecilnya) atau bisa kita lihat di daerah miskin yang ada di kota besar, ternyata walaupun kemandirian secara fisik pada perempuan sudah tinggi, tetapi kemandirian finansial, pola pikir dan kecerdasannya masih rendah. Kecerdasan disini dalam arti pendidikan dan life skill yang bisa menunjang kesejahteraan hidupnya yang masih relatif rendah.

Bahkan KDRT di daerah terpencil di Indonesia ternyata masih ada yang  tingkatnya tinggi, walaupun perempuannya mempunyai andil cukup besar dalam pencarian nafkah.

Perempuan, menurut saya masih banyak harus berjuang dengan saling jejaringbergandeng tangan. Saling berbagi dari perempuan yang kuat dan mandiri kepada perempuan yang masih belum beruntung. Caranya adalah dengan berbagi ilmu, Life skill, Kemampuan memberikan pendapat dan pikirannya ataupun peningkatan asertifitas. Bahkan berbagi arah kehidupan yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan baik dari segi pendapatan  ataupun kesehatan pada perempuan dan anak.

Dengan berjejaring yang luas antar perempuan, untuk mengangkat harkat dan martabat perempuan yang lemah di negri ini sangatlah dibutuhkan. Adapun tujuannya adalah untuk mencerdasakan perempuan yang tidak beruntung di negri ini. Bagi perempuan yang mempunyai jabatan publik  dan memiliki akses menyangkut kebijakan di pemerintahan, diharapkan bisa memberikan masukan yang bisa mengarahkan pogram untuk mengentaskan perempuan yang masih terbelenggu dalam kemiskinan dan kebodohan.

KEPEDULIAN dan SALING BERBAGI…

Inilah yang perlu di tekankan pada diri setiap perempuan bangsa ini. Dengan satu target:  “tidak ada lagi perempuan yang terbelakang secara pikir dan kapasitas diri di negriku Indonesia”.

Saya pikir, itu bukan sesuatu yang mustahil untuk bisa kita raih. Terbayang alangkah indahnya hidup di negri ini kalau kita tidak lagi minta bantuan dari bangsa lain untuk mengentaskan kebodohan dan kemiskinan di sebagian masyarakat bangsa kita.

Salam perempuan

-Tri Kirana Muslidatun


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: