Oleh: pkkjogja | 3 Maret 2009

HEMAT AIR DARI KANTOR SENDIRI

Sebuah tulisan dari majalah Intisari Edisi Agustus 2008, menggelitik penulis untuk menuangkannya kembali pada tulisan berikut ini. AIR SUMBER KEHIDUPAN…Semua orang juga tahu itu. Bahkan lebih dari 70%, unsur dalam tubuh manusia adalah air. Dan fakta membuktikan, dari sekian banyak kisah manusia yang terdampar karena kecelakaan…entah yang terombang ambing di tengah lautan luas ataupun yang tersesat dalam hutan belantara…orang tetap bisa bertahan hidup hanya dengan minum air saja.

sungai1Kalau air sedemikian berharganya bagi umat manusia, sudahkan kita memperlakukan air dengan bijaksana??? bisa dikatakan belum! Lihat saja pencemaran air yang terjadi sekarang, ini merupakan bukti bahwa kita tidak bijaksana. Penulis ingat banget…dulu jaman masih kecil…suka diajak main ke sawah atau ke sungai. (kan aslinya turunane wong ndeso…jadi maennya ya ke sawah atau mandi di kali…gitu)

Tapi sungai jaman penulis kecil dulu…yah kira-kira 30 tahun yang lalulah…ndak seperti sekarang ini. Dulu tuh airnya jernih, mengalir lancar karena tidak ada sampah-sampah plastik…dan masih banyak ikannya, udang, kepiting bahkan ular air. Wah kalau ingat jaman kecil
dulu…seruuu rasanya. Nah sekarang mana bisa maen disungai kayak dulu lagi. iiihhhh….jijik tenan, mana airnya udah berwarna coklat, bau, banyak sampah berserakan lagi. Mana asyik buat maen air.

sumber-air-2Duluuu…penulis ingat, dalam pelajaran IPA disebut-sebut air merupakan sumber kekayaan alam yang bisa diperoleh secara gratis. Nah, sekarang ini….di kota-kota besar untuk mendapatkan air bersih aja sudah sulit, jadi harus beli. berarti kan gak gratis lagi to!

Membaca kebutuhan akan air bersih inilah yang kemudian dimanfaatkan dengan cerdas oleh perusahaan-perusahaan air kemasan dari yang bermerek terkenal sampai yang tidak jelas mereknya untuk memenuhi kebutuhan manusia akan air bersih siap minum.

Bicara tentang kuantitas air di kota besar,  kota Jakarta bisa kita jadikan contoh kegagalan pengendalian pembangunan yang menyebabkan rusaknya ekosistem. Data statistik menunjukkan setiap tahun permukaan tanah di Jakarta turun 0,8 cm sehingga kini ketinggiannya tinggal 10 mdpl saja. Sedangkan permukaan air laut  justru naik sekitar 0,57 cm per tahun.

Keberadaan air tanah di Jakarta pun terancam. Karena setiap tahun mengalami penurunan87% sebagai akibat dari pengambilan air tanah oleh gedung bertingkat, dan sisanya yang 13% disebabkan oleh pengambilan air tanah yang tidak terkendali.

Untuk mengatasi hal ini, Pemerintah DKI menawarkan konsep 5R, yakni reduce (menghemat), reuse (menggunakan kebali), recycle (mengolah kembali), dan recovery (memfungsikan kembali).

Nah, salah satu perusahaan yang mencoba menerapkan prinsip 5R tadi adalah Gedung Gramedia Majalah. Sebelumnya, seluruh kebutuhan air diambil dari tanah dengan jet pump.

Tapi Pemda DKI mengatur pemakaian air tanah tak boleh melebihi 100 m3/bulan. Selebihnya mesti membeli, dengan air ledeng. Ehm…untuk Kota macam Jakarta mungkin memang harus ketat dalam aturan ini ya….(ya iyalah….masa ya iya dong).

Agar tidak terus menyedot air tanah dalam jumlah banyak, maka dibuatlah instalasi pengolahan limbah (Sawage Treatment Plant). Jadi, air buangan wastafel, toilet, urinair diolah dengan rotor dish bermedia bakteri, saringan karbon, dan pasir. Hasil pengolahan dipakai lagi untuk menyiram tanaman, pendingin AC, dan penggelontor toilet.

Menurut keterangan Ign. Luhur , Kepala MEET Gramedia Majalah, dengan sistem pengolahan limbah ini, bila seluruh keperluan ir harus dipasok dari ledeng, pemakaian PAM bisa dihemat hingga 97%….Wow, banyak juga penghematan yang bisa dicapai ya.

Penghematan juga dilakukan dengan memilih toilet duduk yang dilengkapi du tombol peturasan. Tombol kecil untuk penggelontor buang air kecil, dan tombol besar untuk penggelontor BAB. Pendingin ruangan disetel pada kisaran suhu 230 – 250 C.

Inti dari konsep 5R ini adalah tiada tetes air yang terbuang percuma.

Hemmm….bagus ya konsepnya. Pak Gubernur…atau Pak Walikota Jogja, bisa nih ditiru…

(Andityas)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: