Oleh: pkkjogja | 19 Januari 2009

DAY CARE…

Hari menunjukkan jam 07.00 WIB…..kemudian beranjak ke jam 08.00 WIB. Datang dan pergi berurutan ibu, ayah yang rata-rata berusia muda menuju ke sebuah bangunan sambil menggandeng buah hati tercinta yang masih balita.

“Selamat pagi Eyang……, selamat pagi mbak….., titip anak saya ya….., nanti saya jemput jam 3 sore, jam 4 sore, ……..dst”. Satu persatu mereka mencatat di buku administrasi kemudian meninggalkan tempat itu dan berangkat bekerja. Demikian kutipan pembicaraan orang tua balita kepada pengasuh, pendidik, serta pengelola di sebuah Taman Penitipan Anak / TPA, tepatnya di selatan Pasar Beringharjo, pasar tradisional terbesar di Kota Yogyakarta.

Tempat Penitipan Anak ini berdiri tahun 1994, dikelola oleh TP PKK Kota Yogyakarta, menempati bangunan milik pemerintah kota dengan luas kira 291,25 m2 berupa bangunan lama yang cukup kuat dan sedikit halaman yang terletak disamping utara. Dinamika, perkembangan TPA nampak demikian signifikan, semenjak tahun 2003, baik dari sisi sarana prasarana belajar, fisik bangunan maupun proses belajar mengajar serta fasilitas yang diberikan kepada anak didik. Tempat penitipan anak ini…..istilah menterengnya …DAY CARE…. kali ya….πŸ™‚ memungut biaya Rp 3000,- sebagai pengganti biaya makan dan minum. Setiap hari kira-kira 40 anak balita dititipkan di tempat ini. Rp 3000/hari……???? Hari gini dapat apa……? Demikian pertanyaan semua tamu yang berkunjung ke TPA kami. Jangan salah….πŸ™‚ di TPA Beringharjo ada semuanya lho…. (sambil promosi nie…. hehe…..).

Di TPA kami, selain berbasis PAUD, juga menerapkan program dengan pendekatan BCCT/Beyond Center and Circle Time dan metode pembelajaran sistem pengelompokan umur, dan sudah pula dimulai dengan pengenalan agama sesuai agama anak didik. Anak diajari untuk saling menghargai, kebersamaan, hormat pada guru dan orang tua, mengenal makanan beragam dan bergizi, disiplin dan kebersihan. Kegiatan mereka yang utama adalah BERMAIN sambil belajar, mengenal lingkungan, saling mengenal/bersosialisasi, mengembangkan toleransi anak, dll.

Satu hal yang menarik dari proses ‘menitipkan anak’ adalah penitip atau orangtua anak-anak mempunyai latar belakang yang berbeda, antara lain orangtua yang bekerja di pasar, pedagang kecil, karyawan toko, PNS, dll. Semua mempunyai tujuan yang hampir sama yaitu ingin anaknya mendapat pengasuhan yang lebih baik. Mereka sangat sadar bahwa pekerjaan mereka yang rentan terhadap lingkungan yang kurang sehat (panas/hujan, makan seadanya, tidur/istirahat seadanya), akan sangat mempengaruhi proses dan kualitas tumbuh kembang anak.

Salah satu dari orang tua anak adalah seorang penjual gelali/semacam aromanis…..(dibuat dengan memanaskan gula dalam wajan, diatas anglo/tungku) dan digendong dengan tenggok dan tampah keliling kampung. Seharian Ibu itu berjalan kaki keliling kampung. Kalau semua dagangannya laku…paling-paling laba bersih 1 hari berkisar Rp 10.000,- s/d Rp.15.000,- dan setiap hari harus dikurangi Rp 3000,- untuk biaya menitipkan putranya yang balita. Dengan percaya diri, tak mau disubsidi, ibu tersebut mengatakan bahwa “ini sudah menjadi kewajiban saya, dan anak saya disini memperolah semua yang lebih baik dari pada kalau dia saya tinggal dirumah (titip tetangga/keluarga), atau saya bawa keliling”. HEBAT….Ibu itu… Saya merasa malu…karena teringat ketika cucu saya dititipkan Ibunya di sebuah DAY CARE bagus, mahal,….dengan nama ke Inggris-inggrisan..Mom and Me…lah..Sun Smile….lah…. Namun, tetap saja saya merasa kasihan pada cucu, rasanya ingin saya saja yang momong /mengasuhnya seharian, walaupun saya sibuk. Ini menjadi tidak rasional.

Halloo…ayah bunda…di seluruh Indonesia dan Yogyakarta khususnya……apakah ayah dan bunda sudah lebih baik dari Ibu Penjual Gelali tadi….????? …….Jangan terlambat, jangan kalah dengan ibu penjual gelali …. ayoooo……..berikan yang terbaik untuk anak-anak kita sedini mungkin. Pengasuhan dan pendidikan terbaik, kesehatan dan gizi yang baik, lingkungan yang baik, Insya Allah akan menjadikan mereka penerus bangsa yang mampu mandiri, berpikir maju, berakhlak terpuji dan mampu bersaing sesuai dengan tuntutan jaman.

Sejak dicanangkan Program PAUD/Pendidikan Anak Usia Dini oleh Mendiknas secara nasional, beberapa saat saya berpikir… “lho…opo maneh iki ?……lha wong momong kok ndadak diajari, bukannya kita sudah punya Posyandu dengan BKB/Bina Keluarga Balita nya?” Setelah saya pelajari lebih jauh… Ternyata, MOMONG /MENGASUH anak sejak usia dini itu ilmunya lengkap, agar tumbuh kembang anak bisa optimal, karena pada usia 1 s/d 6 tahun, perkembangan emosi dan kecerdasan anak mencapai kurang lebih 80 % . Jadi……, Posyandu tidak cukup, BKB pun masih kurang, maka sebaiknya teintegrasi dengan Pendidikan Anak Usia Dini.

Dan pada tahun 2007, tepatnya bersamaan dengan Hari anak Nasional, PKK Kota Yogyakarta bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota dan Lembaga lembaga lain telah berhasil mendirikan Pos PAUD berbasis masyarakat sejumlah 622 Pos PAUD, hampir di semua RW di kota Yogyakarta. Jadi…., di semua kampung di Yogyakarta telah ada Pos PAUD yang dikelola oleh kader PKK setempat bekerja sama dengan tokoh masyarakat dan lembaga lain.

Nah……, kalau Bunda dan Ayah sibuuuuk….sibuuuuk….lupa menemani anak-anak, lupa dan sedikit waktu dengan anak-anak, tidak memperhatikan gizi anak…..tahu-tahu sudah 5 tahun, 6 tahun ….waaahhhhh….. menyesallah seumur-umur, karena pasti ada hal-hal yang kurang dari diri anak tersebut walaupun nantinya dia lulus CUM LAUDE dari perguruan tinggi. Menyesal bukan? Oleh karenanya, khusus penduduk Yogyakarta, silahkan…..datang ke Pos PAUD yang ada di setiap RW, anak-anak akan senang, bermain, berteman, belajar, …..tapi Ayah dan Bunda juga harus mengantar…untuk transfer ilmu, walau 1 bulan 1 kali agar Ayah Bunda bisa meneruskannya dirumah…. Bagaimana pun juga anak-anak berada lebih lama dirumah, akan menjadi apa mereka adalah tanggung jawab orang tua..

Please…….jangan tunda untuk memberi yang terbaik bagi anak-anak kita. Atau sekali-kali bisa datang ke TPA Beringharjo……belajar momong, titip anak bisa harian, bayarnya murah cuma Rp 3000,-/datang, dapat makan, minum jus atau susu, snack, istirahat siang, bermain indoor/outdoor, belajar dan eksplorasi banyak hal. Anak-anak akan dipantau tumbuh kembangnya, kesehatan dan gizinya, ditulis pada buku rapor masing-masing dan dikomunikasikan dengan orangtuanya…. Nah, seperti DAY CARE bukan…..?πŸ™‚ Day care kan mahal… Bisa-bisa per hari Rp 25.000,- ……sedangkan di TPA Beringharjo biaya bisa terjangkau karena mendapat subsidi dari APBD, serta bantuan dari tingkat Propinsi, pusat maupun para donatur.

Bersyukur, beberapa waktu yang lalu Bapak walikota mendapat Penghargaan sebagai Mitra PAUD yang konsen pada perkembangan PAUD di Kota Yogyakarta. Juga seorang wartawan Harian Bernas, mas Helambang, mendapat Juara I pada penulisan artikel tentang PAUD, yang berjudul Geliat PAUD di Kota Yogyakarta. Membanggakan lagi, seorang Ibu, bernama Dra. Sri Hartati Soediyono, berusia 80 tahun, kader PKK, penduduk Jln. Sidomukti mendapat penghargaan karena mencipta lagu PAUD berbahasa Jawa.

Silahkan, para Ayah dan Bunda yang mampu mengantar putra/putrinya ke DAY CARE, PLAY GROUP yang terbaik dan cukup mahal. Saya sebagai Eyang dari cucu cucu balita dan Ibu dari masyarakat kota Yogyakarta memberi apresiasi yang tinggi bagi Ayah Bunda yang sibuk bekerja (karena tuntutan ekonomi dan banyak keterbatasan), silahkan bawa putra/putri nya ke Pos PAUD terdekat atau TPA terdekat. Ambil ilmunya, tirukan metodenya dan sering-sering membaca tentang tumbuh kembang anak…lakukan dirumah, (sambil bermain, memasak, beribadah, mencuci, dll) dimana saja, mulai sekarang.

Mudah-mudahan kita akan meninggalkan generasi mandiri yang mampu membangun bangsa dan negara lebih baik dari sekarang. Amien…

Salam, DS


Responses

  1. Artikel yg menarik….saya mu tanya , dimana saja saya dapat menemukan PAUD sebaik spt yg di Beringharjo? Mtrnwn sgt


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: