Pada tanggal 12 – 18 Agustus 2009, Dewan Kerajinan Nasional Kota Yogyakarta kembali menggelar acara pameran di Atrium Utama Malioboro Mall Yogyakarta. Terkait dengan penyelenggaraan pameran tersebut, untuk tahun 2009 ini merupakan pameran yang ke enam dengan tema “Kreasi Jogja untuk Indonesia “

Alasan Dekranas selalu memilih Malioboro Mall sebagai tempat pameran karena hingga saat ini Malioboro Mall masih menjadi pusat perbelanjaan yang sangat menjanjkan karena letaknya di malioboro, dan tetap menjadi ikon kota yogyakarta. Sekalipun sudah banyak sekali bermunculan Mall-Mall baru mengelilingi Kota Yogyakarta. Malioboro Mall masih tetap exist dan menjadi tujuan belanja wisatawan baik yang datang dari Kota Yogyakarta dan sekitarnya maupun wisatawan dari luar kota Yogyakarta.
Hal ini terbukti, pada setiap penyelenggaraan pameran Dekranas di Malioboro Mall selalu mendulang sukses. Sebagai perbandingan saja, pada tahun 2007 omzet penjualan yang dicapai sebesar Rp 128.042.800 meningkat menjadi Rp 240.996.500 di tahun 2008. Dan pada penyelenggaraan tahun 2009 ini, Dekranas memasang target 250 juta, dan ternyata hasil yang dicapai mampu melampaui target tersebut. Dengan lama waktu pameran selama tujuh hari, omzet yang diperoleh mencapai Rp 320.837.000.
Untuk tahun ini, pameran diikuti oleh 28 peserta yang mayoritas adalah UKM Kota Yogyakarta . Namun diantara peserta ada juga yang datang dari luar kota seperti UKM binaan Dekranas Kota Surabaya, UKM dari Pekalongan, Sleman, Kulonprogo dan Bantul.
Ada beragam produk yang dipamerkan oleh UKM peserta pameran seperti Batik kayu, kerajinan kulit, batik garment, perak, bordir, busana muslim, asesories, spa dan handycraft.
Pameran kali ini memang tidak membatasi peserta hanya dari Kota Yogyakarta saja. Namun prosentase terbesar adalah pengrajin kota Yogyakarta. Hal ini bertujuan agar pengrajin binaan Dekranas Kota Yogyakarta bisa melihat, menilai dan belajar untuk bersaing secara sehat dengan pengrajin dari luar daerah. Sekaligus memberikan kesempatan pada pengrajin luar daerah untuk mempromosikan produknya melalui pameran ini.

Ketertarikan dari peserta luar daerah menunjukkan bahwa pameran ini memang layak untuk dijadikan unggulan. Selain itu,kemasan pameran menjadi demikian menarik perhatian pengunjung karena dalam pameran ini juga diadakan acara hiburan musik tradisional, demo alat tenun bukan mesin atau dikenal dengan sebutan ATBM, demo membatik sampai menggelar acara fashion show pada saat pembukaan dan penutupan pameran.
Memang ada harga yang harus dibayar untuk sebuah acara yang di konsep dan didesain sedemikian rupa. Karena dalam setiap penyelenggaraan pameran, Dekranas selalu menggandeng Event Organizer sehingga hal itu mampu memberikan hasil yang lebih optimal serta lebih profesional. Dengan modal semangat serta konsep yang jelas dan dukungan dari pemerintah serta berbagai pihak sponsor maupun donatur, pameran ini mampu memberikan nilai edukasi dansekaligus nilai ekonomi bagi peserta pameran.
Hal ini tidak saja membahagiakan hati kami selaku penyelenggara, tapi tentunya bagi peserta yang secara langsung menuai dan menikmasti hasilnya. Tekad kami adalah pengabdian yang terbaik untuk ikut serta membantu memajukan UKM kota Yogyakarta melalui berbagai kegiatan pameran dan pelatihan agar UKM kota Yogyakarta,khususnya mampu pengrajin mampu bersaing dan mandiri.
Pameran dengan tema “Kreasi Jogja untuk Indonesia” akan menjadi pameran dan agenda tetap,yang akan kami komunikasikan dan publikasikan secara intensif agar mampu menjadi salah satu tujuan promosi produk Yogyakarta dan menjadi tujuan wisata bagi pengunjung Yogyakarta dan sekitarnya maupun dari luar daerah.
Wah… kemarin saya juga sempet melihat2 produk pameran nya looo… emang bagus2 kok…
Oleh: Denis Afrianto on 14 September 2009
at 1:37 am
Trimakasih… itu merupakan karya dari pengrajin di kota Yogyakarta.. sungguh kreatif-kreatif yaa..,
Oleh: pkkjogja on 14 September 2009
at 8:50 am