Oleh: pkkjogja | 18 September 2008

Sampah = Sumber Masalah Kota

Sesuai dengan judulnya, tulisan kali ini akan bercerita tentang persampahan….

Di PKK, kegiatan yang terkait dengan urusan sampah ini masuk bidang kerjanya Pokja III. Trus apa dong yang dilakukan PKK? Bentar….sabar dikit napa.

Yo wis..yuuk simak tulisan berikut ini.

Sebagaimana kita ketahui, sampah dimanapun tempatnya selalu saja menjadi biang masalah bagi lingkungan. Terlebih di Kota Yogyakarta, yang notabene tidak memiliki Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) sendiri tentunya menjadi masalah tersediri. Padahal volume sampah di Kota Yogyakarta bisa mencapai 300 ton setiap harinya (ck…ck…ck…buanyak sekalee). Secara umum sampah ini berasal dari sampah rumah tangga. Dan selama ini pengelolaan sampah hanya dilakukan melalui pengumpulan, pengangkutan, dan pembuangan akhir di TPSA. Sedangkan lahan untuk pembuangan sampah di Kota Yogyakarta sangat terbatas mengingat minimnya lahan (perlu diketahui, luas wilayah Kota Yogyakarta hanya 32,5 km2). Maka untuk mengatasi problem ini Pemerintah Kota Yogyakarta menyewa tempat di daerah Piyungan Bantul sebagai tempat pembuangan sampah akhir. Padahal umur teknis TPSA Piyungan hanya sampai tahun 2012.

Waduuuh…apa ndak powsing coba! Misalnya sama Bantul gak boleh diperpanjang lagi kontraknya…trus kepiye? Mau ditaruh mana sampah masyarakat ini…(ini sampah dalam arti yang sesungguhnya loh, bukan sampah dalam tanda kutip loh).

Sebenarnya kami tuh prihatin dengan perilaku masyarakat sendiri yang pada dasarnya masih kurang peduli sama lingkungan. Seriiiing banget kita lihat ya, nggak di jalan, di kantor atau tempat-tempat umum lainnya…pokoknya everywhere lah…orang dengan seenak-enaknya buang sampah secara sembarangan. Tanpa rasa berdosa lagi! Dalam batin, paling kita cuma ngumpat “ih jorok tenan, nggak sopan”. (eh jangan-jangan ada juga diantara kita yang masih bersikap cuek seperti itu..hayoooo!?….nggak ya, bikin malu aja)

Bicara perilaku sak enak udele dewe ini membuat saya ingat anekdot iklan yang pernah cukup populer di Jogja. Anekdot iklannya bicara masalah wisata dan delman. Disitu diceritakan seorang anak sedang naik delman bersama budhenya keliling Kota Jogja. Nah tiba-tiba si kuda buang kotoran sembarangan, padahal barusan si budhe nasehatin si anak agar jangan buang sampah sembarangan. Otomatis si anak nyelutuk “budhe…budhe, nah itu kudanya buang kotoran di jalan!??”. Trus budhenya mikir bentar, lalu njawab gini “Loh, tapi kuda kan binatang!!”. Hehe…tapi ternyata iklan tersebut tidak cukup berhasil merubah perilaku masyarakat ya…

Back to main topic…. Pengolahan sampah secara mandiri merupakan solusi paling mak nyusss….dan merupakan salah satu Program Unggulan Pokja III dan IV TP PKK Kota Yogyakarta, yaitu bidang kesehatan lingkungan dan telah dirintis sejak tahun 2007.

Program Pengolahan Sampah Mandiri tercetus karena melihat kondisi sampah di Kota Yogyakarta yang sudah cukup memprihatinkan tadi. Padahal Kota Yogyakarta sebagai Kota Pariwisata sekaligus nominator tingkat nasional untuk Program perilaku Hidup bersih dan Sehat (PHBS) pada tahun 2008 ini, kan seharusnya bisa menjaga citra diri lah yauw…

Untuk itu diperlukan suatu solusi untuk mengatasi permasalahan produksi sampah tersebut. So….melalui jalur rumah tangga dan dimulai dari kader-kader serta pengurus PKK, kami sudah melakukan pengolahan sampah secara mandiri di rumah tangga masing-masing. Launchingnya sendiri sudah dilaksanakan pada tanggal 26 April 2008 di kampung Jogoyudan Kelurahan Cokrodiningratan, Kecamatan Jetis, dan diresmikan langsung oleh Bapak walikota Yogyakarta H. Herry Zudianto.

Pada saat itu dilakukan pemberian seperangkat alat praktek pengolahan sampah secara simbolis oleh Manager PKBL PT Persero Bapak Sastiawan, kepada para kader yang akan menjalankan praktek pengolahan sampah mandiri. Makasih Pertamina untuk perhatian dan bantuannya….

Dalam sambutannya, Walikota Yogyakarta menghimbau masyarakat untuk menghilangkan budaya “membuang sampah” menjadi “memilah sampah”. Hanya dengan peran serta aktif masyarakat, jumlah sampah di Kota Yogyakarta bisa ditekan ‘pertumbuhannya’. Sedangkan Manager PKBL PT Pertamina, Bapak Rudi Sastiawan mengatakan bahwa pemberian dana bantuan untuk program ini merupakan salah satu bentuk kepedulian PT Pertamina Persero terhadap lingkungan dan masyarakat di Kota Yogyakarta khususnya di sekitar lokasi PT Pertamina.

Ayooo…ada lagi gak yang mau jadi penyandang dana seperti PT Pertamina ini….

Karena jujur saja, untuk penyelenggaraan kegiatan berbasis masyarakat itu memang membutuhkan pengorbanan dan dukungan baik moral dan immaterial dari berbagai pihak yang mau peduli. Tanpa itu semua…rasanya akan berat bagi masyarakat sendiri. Disinilah kepekaan sosial tiap insan dipertanyakan… masih punya kepedulian sosialkah anda terhadap masyarakat dan lingkungan anda?? kiranya hanya anda sendiri yang tahu jawabannya. Tanyakan pada nurani anda…

Kembali ke launching….  Sebenarnya kegiatan pemilahan sampah dan pengolahan sampah secara mandiri semacam ini secara riil sudah dilakukan oleh beberapa kader di beberapa Kelurahan lain dan telah memberikan hasil yang nyata yaitu berupa pupuk maupun berupa barang (kertas dan plastik) yang dapat dijual kembali/dimanfaatkan.

Nah terkait dengan kegiatan pengolahan sampah ini, pada tahun 2009 nanti (sampai selesai tentunya) PKK akan terus bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Lembaga-lembaga lain agar pelaksanaan Pengolahan Sampah Secara Mandiri ini dapat dilaksanakan di seluruh Rumah Tangga di Kota Yogyakarta.

Dengan terlaksananya Launching Program Pengolahan Sampah Mandiri di 3 Kelurahan Percontohan ini diharapkan dapat mengurangi jumlah sampah secara fisik dan persolaan kebersihan di Kota Yogyakarta secara nyata. Semoga apa yang menjadi slogan Kota Yogyakarta… “Jogjaku bersih wujudkan nyata!”…. bisa benar-benar terwujud. Sehingga Kota Yogyakarta bisa menjadi Kota yang bersih dan nyaman, baik bagi pendatang maupun bagi penghuninya sendiri…..


Responses

  1. Wuaaah….gak mau ya,,,Jogja lautan sampah…gak mau…gak mau..
    So,,,ayo mengolah sampah..agar sampah kita terkurangi minimal 50 %,,,,,Bersama PKK dan fasilitasi dari pemkot…kita sepakat bersama untuk mengolah sampah..dari rumah tangga masing masing

  2. aq adalah seorang desainer komunikasi visual di institut seni indonesia
    tentusaja kita semua tidak mau bila jogja harus menjadi lautan sampah.
    namum perubahan juga pasti butuh proses.
    tapi aq salut kepada pemilik blog ini
    mari berjuang bareng dalam menuntaskan masalah kebersihan kota.
    go green 2008 :)

    • Makasih comment-nya….
      Wah anda seorang diskomvis ya, gimana tampilan Blog kami? Gak jelek-jelek amat kan untuk ukuran amatir. Tapi kita emang gak fokusin ke desainnya sih, tapi lebih ke isi nya.
      BTW…memang gak gampang ya buat nyelesain masalah sampah. Butuh proses…bener itu. terutama untuk membentuk pola perilaku masyarakat Jogja agar mau peduli lingkungan.

  3. Memang sampah selalu jd masalah lingkungan, trus gmana spy masyrkt dsa bsa peduli dg lingkungan?? Bantu saya untuk mulae proses pendktan dg masyrkt spy peduli lingkungan, ak tunggu yah?

    • iya betul sekali bu endang…tapi memang tidak mudah untuk merubah atau membentuk karakter masyarakat yang mau peduli lingkungan. Butuh niat yang kuat, ketelatenan, dan kesabaran untuk melewati setiap proses. BTW, anda dari mana ya? Mungkin untuk memulai aksi peduli lingkungan, anda perlu menjalin kerjasama dengan berbagai pihak (yg jg peduli). Kalau bergerak sendiri tentunya akan berat. Kami pun menjalin kerjasama dg berbagai pihak seperti Dinas Lingkungan Hidup. oke…sukses buat bu endang.

  4. Saya setuju sekali dengan adanya blog ini. Karena tulisan2nya bisa sangat membantu dan memberi inspirasi bagi orang lain yang ingin mewujudkan hidup bersih dan sehat. Terima kasih…

    • Iya mbak vinie.. terimakasih atas kunjungan anda. Hidup bersih dan sehat memang harus di mulai dari diri sendiri. Karna kalau tidak membiasakan hidup bersih, kita sendiri yang akan mendapatkan dampaknya.


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: