Tempat Penitipan Anak di Komplek Balaikota…..
Anak merupakan anugrah yang perlu di jaga dan di rawat dengan baik. Sudah menjadi kewajiban orang tua untuk memberikan pengasuhan dan pendidikan yang terbaik kepada anak, terutama pada masa usia dini. Perawatan, pengasuhan, perlindungan dan pendidikan bagi anak usia dini merupakan kebutuhan mendasar yang perlu mendapat perhatian. Usia dini merupakan masa emas dalam perkembangan manusia, karena pada masa ini terjadi perkembangan yang paling cepat dan mendasar dalam aspek fisik, mental, sosial maupun spiritual. Pada usia ini mulai dibentuk dan diperluas perkembangan kompetensi baik kognitif, emosi, maupun sosial yang yang penting bagi kepribadian anak selanjutnya.
Pemberian stimulasi dan pola asuh yang memadai memberikan peranan yang sangat besar pada masa ini. Kegagalan dalam perawatan, pengasuhan, perlindungan dan pendidikan bagi anak usia dini akan menyebabkan terhambatnya proses tumbuh kembang anak sehingga akan menurunkan kualitas sumber daya manusia sebagai asset dan potensi kesejahteraan bangsa dimasa depan.
Perubahan sosial budaya yang terjadi dalam kehidupan masyarakat menyebabkan terjadinya pergeseran pola pikir dan perilaku termasuk dikalangan wanita yang tidak hanya berperan sebagai ibu rumah tangga tetapi juga sebagai ibu bekerja. Ibu tidak lagi hanya berfungsi sebagai pendamping suami dan pengasuh anak, tetapi juga berfungsi sebagai pencari nafkah, membantu suami memenuhi kebutuhan keluarga. Hal tersebut menyebabkan anak harus berpisah dengan ibunya sementara waktu.
Disamping itu tuntutan terhadap pengembangan kualitas pola asuh menumbuhkan kesadaran orang tua akan pentingnya stimulasi perkembangan anak sejak dini, mendorong para orangtua baik yang bekerja maupun yang tidak untuk mencari lembaga yang dapat memberikan pelayanan yang bersifat komprehensive dan holistic yang mencakup : interaksi sosial, perawatan, pengasuhan, pelayanan kesehatan, nutrisi stimulasi interaktif edukatif dan bimbingan pengasuhan anak bagi orang tua/good parenting.
Kehadiran Taman Penitipan Anak (TPA) sebagai lembaga pelayanan sosial pengganti saat ini telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat khususnya bagi karyawan yang bekerja dilingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta, mengingat hal tersebut maka Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Yogyakarta telah mendirikan sebuah TPA di Komplek Balaikota Yogyakarta, yaitu TPA Praba Dharma.
TPA Praba Dharma yang berlokasi di komplek Balaikota, tepatnya di sebelah selatan Kantor Humas Kota Yogyakarta saat ini sudah mulai beroperasi. Pada tanggal 13 Januari 2010 TPA Praba Dharma akan resmi di buka oleh Bapak Walikota Herry Zudianto, pada pukul 08.30 pagi di lokasi. Sesuai ijin dan restu Bapak Walikota Yogyakarta, penyelenggaraan kegiatan Taman Penitipan Anak Praba Dharma menempati gedung sebelah selatan Kantor Humas yang terletak di Komplek Balaikota Jl. Kenari No. 56 Yogyakarta, Telp 515866 psw 256.
Saat ini jumlah anak yang dititipkan rata-rata per hari 8-12 anak, yang merupakan anak-anak dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bekerja di Kantor Balai Kota. Sosialisasi kepada para pegawai yang mempunyai anak usia dini pun masih terus di lakukan…. agar keberadaan TPA tersebut bisa semaksimal mungkin di ketahui dan memberikan solusi bagi para pegawai yang berada di lingkungan Pemkot Yogyakarta, yang mempunyai anak usia 2-6 tahun.
Program kegiatan Bermain dan Belajar
Kegiatan belajar di TPA dilakukan melalui bermain. Dengan mendapatkan pengalaman bermain yang menyenangkan, perkembangan anak akan lebih maksimal baik secara fisik, emosi, kognisi dan sosialnya. Adapun materi kegiatan pembelajaran yaitu metode BCCT ( Beyond Centers and Circle Time ) dengan menggunakan sentra-sentra sebagai tempat belajar dan bermain (Sentra Persiapan, Sentra Peran, Sentra Balok, Sentra Alam, Sentra Seni dan Sentra Imtaq). Adapun Program pendukung yaitu minitrip ke tempat yang dapat dijadikan sumber belajar anak (disekitar TPA), berkebun, jumpa tokoh (profesi), senam dan juga menari Parenting Education, Outbond Activity, Pengenalan Budaya Daerah, Pengenalan Bahasa Asing.
Fasilitas TPA Praba Dharma
Adapun fasilitas yang di sediakan di TPA Praba Dharma antara lain sebagai berikut:
- Ruang Tidur dengan perlengkapannya.
- Ruang Belajar anak
- Ruang perpustakaan dan ruang bermain
- Sarana permainan yang edukatif didalam dan diluar
- Pemeriksaan kesehatan umum dan gigi (kerjasama dengan PUSKESMAS)
- Penyediaan makanan yang bergizi dan bervariasi
- Pendidik dan pengasuh anak yang sudah berpengalaman
- Belajar dan bermain di dalam Sentra (Sentra Persiapan, Sentra Peran, Sentra Balok, Sentra Alam dan Sentra Imtaq)
Dengan fasilitas, tenaga pendidik dan pengasuh anak yang cukup memadai…. serta program kegiatan belajar dan bermain anak yang sudah sesuai dengan tumbuh kembang anak usia dini, maka para pegawai di Lingkungan Pemkot Yogyakarta tidak perlu khawatir untuk menitipkan putra-putri di TPA tersebut, dan dapat tetap bekerja. Karena apabila anak dalam pengasuhan yang aman dan benar, maka orangtua pun dapat bekerja dengan tenang dan maksimal…..
<NuruL>

Tugas para pengurus yang dilantik ini, bersama pengurus lain nantinya akan merencanakan, melaksanakan, membina program-program kerja PKK sesuai dengan keadaan dan kebutuhan masyarakat. Menghimpun, menggerakkan dan membina potensi masyarakat khususnya keluarga agar terlaksananya program-program PKK. Mengadaakan supervisi, evaluasi dan monitoring terhadap pelaksanaan Program PKK sesuai dengan ketentuan dan rambu-rambu dan ketentuan lain yang berlaku.
Karena PKK sebagai mitra pemerintah, dengan adanya kader di masyarakat sampai saat ini kegiatan PKK masih berjalan dengan baik. Kemitraan TP PKK Kota Yogyakarta dengan Pemerintah Kota Yogyakarta melalui instansi terkait sudah sangat baik. Beberapa keberhasilan yang telah dicapai oleh TP. PKK Kota Yogyakarta diantaranya telah terbentuknya Kost Crisis Center dengan program utama Sapa Anak Kos termasuk penanganan penanggulangan narkoba dan seks bebas.
Selain itu pembentukan Mitra Keluarga, yang pada tahun 2009 ini di targetkan dapat di bentuk di 14 Kecamatan di Kota Yogyakarta, dirasakan sangat bermanfaat dalam membantu warga masyarakat terutama kaum perempuan dan anak-anak yang memiliki permasalahan keluarga, seperti perlakukan tindak kekerasan dan lain-lain.
Untuk tahun ini, pameran diikuti oleh 28 peserta yang mayoritas adalah UKM Kota Yogyakarta . Namun diantara peserta ada juga yang datang dari luar kota seperti UKM binaan Dekranas Kota Surabaya, UKM dari Pekalongan, Sleman, Kulonprogo dan Bantul.
Ada beragam produk yang dipamerkan oleh UKM peserta pameran seperti Batik kayu, kerajinan kulit, batik garment, perak, bordir, busana muslim, asesories, spa dan handycraft.
Mengeluh adalah hal yang sangat mudah dilakukan setiap orang, bahkan hal ini telah menjadi suatu kebiasaan. Kalau anda termasuk orang yang suka mengeluh maka ketahuilah bahwa kebiasaan mengeluh tidak akan membuat situasi yang anda hadapi menjadi lebih baik, malahan hanya akan menguras energi anda dan menciptakan perasaan negatif ( bad mood) yang tidak memberdayakan diri anda.
Hal tersebut berarti bahwasannya masa depan Anda tergantung dari cara berpikir Anda saat ini. Jika Anda percaya bahwa anda bisa menjadi sukses, maka Anda benar-benar akan menjadi orang yang sukses. jika Anda percaya bahwa akan menjadi orang yang gagal, maka anda benar-benar akan menjadi gagal. Contoh konkritnya, bila hari ini kita di beri tugas yang sangat banyak sekali oleh atasan/ bos kita, janganlah kita berpikir bahwa semua tugas itu tidak akan terselesaikan, karena keterbatasan waktu, dll. Berpikirlah positif, hari ini semua tugas itu akan dapat kita selesaikan dengan mudah. Kita harus yakin dengan hal tersebut. Maka keyakinan kita akan memberi kekuatan dalam diri kita untuk bekerja dan menyelesaikan tugas dengan mudah dan efektif.
Hal ini merupakan bagian penting dalam hidup. Karena dengan bertanggung jawab atas apa yang terjadi dalam hidup kita masing-masing, maka kita telah berjalan menuju masa depan dan kesuksesan dengan kendali kita masing-masing.
Eiiiitt…. tapi tunggu dulu,, pernahkah kita memikirkan, apakah bahan yang digunakan untuk membuat tas kresek itu aman untuk kita pakai sehari-hari? Jawabannya : TIDAK !
Penyuluhan tersebut di laksanakan di gedung TP PKK Kota Yogyakarta, di mulai pada pukul 09.00 WIB dengan peserta adalah Ibu-ibu Ketua TP PKK Kecamatan dan beberapa peserta umum. Dalam acara tersebut, disampaikan himbauan untuk mengurangi, bahkan kalau bisa untuk menghindari menggunakan kantong plastik/ tas kresek dalam mengemas makanan maupun barang-barang yang kita konsumsi dalam kehidupan sehari-hari, dengan menggunakan bahan lain yang lebih ramah lingkungan. Contohnya, untuk mengemas snack yang biasa kita konsumsi sehari bisa di bungkus dengan menggunakan kertas, dan untuk membungkus lauk pauk ( kering ) bisa kita gunakan daun pisang sebagai pengganti plastik, apabila akan segera di konsumsi.